Jumat, 22 Mei 2015

KETIGANYA TAK TERLIHAT

jum'at 15 Mei 2015

gue inget banget satu hal yang menyentuh hati gue pada hari itu. seperti jumat yang lalu, hari itu gue pergi ke kampus selesai shalat dzuhur. dengan rute yang sama tetapi pemandangan yang berbeda. rasanya sangat terkecik ketika hal yang tak biasa melintas di hadapan gue. bukan arwah gentayangan yang seperti di film-film horor, atau cowok ganteng dengan motor gede pake kacamata seperti di ftv. bukan keduanya. seorang bapak tua dengan kaki pincang tak beralas kaki mendorong gerobak tua yang dinaiki anak perempuan (sekitar 4-5 tahun) berkerudung merah muda. bukan hanya anak perempuan itu yang bersama bapak tua, tetapi ada juga anak laki-laki (sekitar 7-8 tahun) yang  berjalan di sampingnya membawa karung yang entah apa isinya. gue sedih. tapi gue juga bersyukur karena masa kecil gue dihabiskan dengan sekolah walaupun bukan kesenangan nomor satu. setelah motor gue melewati ketiga orang tersebut, gue masih ingin melihat dengan jelas dengan kaca sepion motor (yang ternyata sama sekali tidak jelas). hanya sampai di situ untuk hari jumat.


kamis, 21 Mei 2015

hari ini emang gue gak ke kampus, tetapi gue memutuskan untuk jalan-jalan ke alun-alun  dan sekitarnya yang telah disulap oleh bapak wali kota di kota gue menjadi tempat wisata karena suatu acara perayaan besar bulan lalu. selesai maghrib gue berniat buat mie ayam langganan gue yang super rame dan tempatnya sempit. jadi gue terpaksa harus dibungkus karena gue gak dapat tempat duduk. saat gue menunggu pesanan mie ayam, gue liat hal yang sama pada hari jumat lalu. Seorang anak laki-laki yang membawa karung (gue tetap gak tau isinya apa) bernyanyi dengan ceria. Sangat ceria. ketika gue melihat ke belakang gue, ada seorang bapak tua yang berjalan pincang tak beralas kaki sedang mendorong gerobak tua yang dinaiki seorang anak perempuan berkerudung merah muda. tak ada yang berbeda kecuali waktu. ketiga keluarga kecil itu berhenti di sebelah tempat jualan mie ayam yang gue beli. bapak tua itu mengeluarkan kantong plastik yang berisi makanan. tetapi bapak tua yang mengeluarkan kantong plastik itu tidak makan bersama dengan kedua anaknya (mungkin anaknya), dia tidur di sebelah anaknya. Ya Allah seperti itukah orang tua? jika tidak kelelahan mugkin air mata gue udah ngalir. gue gak tega. gue samperin kedua anak itu sambil menyodorkan sedikit bekal untuk mereka besok, yang menerimanya anak perempuan dengan mengucapkan "terima kasih" ucapan terima kasih yang sangat tulis. lalu ia membangunkan bapak tua itu sambil memberikan apa yang gue kasih. gue sempat ngeliat makan yang mereka santap. NASI KUNING. gak ada yang jualan nasi kuning malam hari (ada juga nasi goreng), gue berfikir "mungkinkah itu nasi goreng tadi pagi?" dan sepertinya"IYA".
gue belajar banyak hal dari mereka. gue masih pengen ketemu sama mereka lagi, bahkan ingin mengobrol. dan gue bakal ngepost lagi cerita gue tentang mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar